Hello,This is me!

Daniyal Hadi Habib Thoha

Mahasiswa Biasa Yang Memiliki Cita-Cita Tinggi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta Pendidikan Teknik Otomotif

About me

Hello

I'mDaniyal Hadi Habib Thoha

Mahasiswa Biasa Yang Memiliki Cita-Cita Tinggi

Perkenalkan nama lengkap saya Daniyal Hadi Habib Thoha, tempat tanggal lahir 18 April 2001, bersalah dari salah satu kota yang berada di ujung pulau Jawa Tengah yaitu kota Rembang. Saya merupakan salah satu mahasiswa aktif di salah satu universitas terbaik di Indonesia yaitu Universitas Negeri Yogyakarta. Saya mengambil studi pada bidang Pendidikan Teknik Otomotif. Awal mulai menyukai bidang otomotif bermulai dari saya melakukan praktik kerja industei di salah satu perusahan mobil ternama di Indonsia. Bermodalkan basic SMK Otomotif saya mempunyai cita-cita yang tinggi bermulai dari pemuda desa yang memiliki cita-cita untuk mengembangkan pendidikan terutama di SMK.

Portfolio

SISTEM EFI


SISTEM EFI
1.       Pengertian sistem efi
Sistem efi atau bisa diartikan sebagai Electronic Fuel Injection yang bermaksud penyemprotan bahan bakar yang diatur secara elektronik sehingga dapat menghasilkan campuran bahan bakar dan udara yang sesuai dengan beban mesin.  Percampuran bahan bakar dan udara akan pengaruh pada kandungan gas buang yang dihasilakan.
Sistem efi dipakai pakai kendaraan Toyota, ada sistem yang sama tetapi Namanya berbeda. Pada honda menggunakan PGMFI atau Programed Fuel Injection, Suzuki menggunakan EPI atau Electronic Petrol Injection, Mazda menggunakan EGI (Elektronik Gasoline Injection), dari beberapa contoh hanya saja nama sistem pada kendaraan berbeda-beda tetapi pada dasarnya prinsip kerjanya sama.
Kelebihan sistem efi adalah.                                     
a.       Memungkinkan pembentukan campuran yang homogen pada setiap silinder.
b.      Perbandingan udara dan bahan bakar dapat diperoleh pada semua RPM mesin.
c.       Respon mesin sangat baik sesuai dengan perubahan throttle.
d.      Efisiensi pemasukan campuran udara dan bahan bakar.
Sistem efi terdiri dari 3, yaitu sistem bahan bakar, sistem induksi udara, dan sistem control elektronik.

2.       Prinsip system control efi
Prinsip dasar sistem efi terdiri dari 3 komponen utama yaitu, sensor, ECU, dan actuator. Fungsi dari setiap sensor berbeda-beda, tetapi pada dasarnya fungsi dari sensor adalah memberikan informasi. Pada sistem efi terdapat berbagai sensor yang mendukung kerja sistem efi. Sensor-sensor akan mengirim informasi dalam bentuk sinyal analog seperti, sensor TPS, WTS, CKP, CMP, ISC, MAP, MAF, dan masih banyak lagi. Setelah setiap sensor memberikan informasi, informasi tersebut akan dikirimkan ke ECU. ECU atau  Elektronik Control Unit adalah otak dari mesin. Kenapa bisa dinamakan sebagai otak?, karena ECU adalah tempat dimana informasi yang didapatkan dari setiap sensor akan diproses didalamnya. Setelah ECU memproses data yang didapatkan, ECU akan memberikan suatu perintah kepada actuator contohnya busi dan injector.

Bagian-bagian ECU    :
a.       Micro Processor – mengatur jalannya perintah dan mengambil keputusan data yang telah diolah berdasarkan informasi dari data yang tersimpan pada memory. 
b.      Memory – Menyimpan data-data input yang siap diinformasikan ke micro processor
c.        Input/ – memberikan informasi berupa sinyal listrik ke memory untuk diproses oleh micro processor.
d.      Akuisi Data – data data yang telah diproses oleh micro processor dibedakan  kemudian diinformasikan ke output
e.       Output – Sinyal listrik yang dihasilkan oleh akuisi data kemudian diberikan ke actuator-aktuator
3.       Macam-macam sensor pada sistem efi
a.       IAT (Intake Air Temperature)

Sensor IAT berfungsi untuk membaca suhu udara yang masuk kedalam intake manifold.
b.      TPS (Trotle Position Sensor)

Sensor TPS berfungsi untuk membaca sudut buka trotle valve.
c.       CMP (Camshaft Position Sensor)

Sensor CMP berfungsi untuk menentukan posisi silinder dan menentukan semprotan penglabutan injector ke ruang bakar.
d.      Knock sensor

Knock sensor berfungsi mendeteksi knocking atau getaran pada mesin yang dihasilkan oleh proses pembakaran.
e.       CKP (Cankshaft Position Sensor)

Sensor CKP berfungsi mendeteksi putaran crankshaft dan menentukan timing pengapian.
f.       WTS (Water Temperature Sensor)

Sensot WTS berfungsi untuk mendeteksi temperature air pendingin mesin.
g.      Oxygen Sensor

Sensor oxygen sensor berfungsi untuk mendeteksi kandungan gas buang mesin.
4.        Macam-macam sistem efi
a.       Bedasarkan letak penginjeksian
Ø  Throttle body injection (TBI).


Ø  Port injection atau Multi point injection (MPI).


Ø  Direct injection atau Gasoline direct injection (GDI).


b.      Bedasarkan cara penginjeksian
Ø  Continues time injection
Ø  Pulse time injection
c.       Bedasarkan cara pengukuran udara.
Ø  D-Efi

Ø  L-Efi

5.       Troble shooting electric fuel injection.
a.       Mesin tidak bisa distrat.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Immobilizer
Ø  Koneksi kelistrikan-mesin/batteray
Ø  Ignition system
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Jumlah bahan bakar/kondisi filter bensin
Ø  Koneksi/pompa bahan bakar
Ø  Kebocoran/kondisi air intake-vacuum system
Ø  ECT/engine coolant temperatur sensor
Ø  CKP/Crankshaft position sensor
Ø  MAP/manifold absolute sensor
Ø  Injectors
Ø  CMP/camshaft position sensor
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
Ø  ECM
b.      Mesin susah hidup.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Koneksi kelistrikan-mesin/batteray 
Ø  Jumlah bahan bakar/kondisi filter bensin
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Kebocoran/kondisi air intake-vacuum system
Ø  Ignition system
Ø  ECT/engine coolant temperatur sensor
Ø  TPS/ throttle position sensor
Ø  Injectors
Ø  CMP/camshaft position sensor
Ø  CKP/Crankshaft position sensor 
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
Ø  ECM
c.       Mesin hidup lalu mati.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Relay fuel pump.
Ø  Kebocoran- air intake/vacuum sistem
Ø  IAC – Idle Air control valve
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Kebocoran/kerusakan/tersumbat- saluran bensin
Ø  TPS/ throttle position sensor
Ø  MAP/manifold absolute sensor
Ø  Jumlah bahan bakar/kondisi filter bensin
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
Ø  ECM
d.      Mesin dingin - susah idle
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Kebocoran- air intake/vacuum sistem
Ø  IAC – Idle Air control valve
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Kebocoran/kerusakan/tersumbat- saluran bensin
Ø  ECT/engine coolant temperatur sensor
Ø  njectors
Ø  MAP/manifold absolute sensor
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
Ø  ECM
e.       Putaran mesin tersendat-sendat atau pincang.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Kebocoran- air intake/vacuum sistem
Ø  IAC – Idle Air control valve
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Kebocoran/kerusakan/tersumbat- saluran bensin
Ø  Pompa bahan bakar/konektor
Ø  O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
Ø  Injektor
Ø  MAP/manifold absolute sensor
Ø  TP/Throttle position sensor
Ø  Coil busi,
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
f.       Putaran idle terlalu rendah atau terlalu tinggi.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  IAC/idle air kontrol valve
Ø  Throttle valve- tersangkut/ macet
Ø  ISC (Idle Speed Sensor).
Ø  TP/throttle position sensor
Ø  Injektor
g.      Acceleration terlambat.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Bocor/tersumbat – air intake/vacuum sistem
Ø  Throttle valve- tersangkut/ macet
Ø  IAC/idle air kontrol valve
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Injektor
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
h.      Backfiring (pengapian balik)
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Ignition sistem
Ø  Air intake/vakum sistem  bocor
Ø  CO level
Ø  MAP/ Manfold absolute pressure 
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Injektor
Ø  Konektor/kabel/relay ECM
Ø  O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
i.        Misfire (pengapian tidak tepat)
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Ignition sistem
Ø  Air intake/vakum sistem  bocor
Ø  IAC/idle air kontrol valve
Ø  ECT/ engine Coolant Temperature sensor
Ø  Intake air temperature/IAT sensor
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Injektor
Ø  O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
j.        CO terlalu rendah atau tinggi
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Air intake/vakum sistem  bocor
Ø  O2S/Oksigen sensor - HO2S/ Heated oksigen sensor
Ø  ECT/Engine coolant temperature sensor
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Injektor
Ø   ECM
k.      Konsumsi bahan bakar terlalu berlebihan.
Lakukan pengecekan pada komponen :
Ø  Tekanan bensin/regulator tekanan bensin
Ø  Injektor
Ø  Throttle valve- tersangkut/ macet

Daftar pustaka.
NewStep 1 Toyota
TAM  Toyota Astra Motor Manual
Training Center PT. Astra Daihatsu Motor
Ruswid. 2008. Modul 4 Electronic Fuel Injection EFI
EFI_electronic fuel injection
Daftar letak dan fungsi sensor pada mesin efi Toyota avanza

Daniyal Hadi Habib Thoha
0895386631614
Rembang, Jawa Tengah

SEND ME A MESSAGE

Diberdayakan oleh Blogger.